Skip to main content

Posts

Kau Sudah Lebih Baik

Kau menjadi raja, ditanahmu sendiri
Kau lihat, para pepohonan menari-nari
Ikut merayakan seseorang yang sedang tenggelam dalam kebahagiaan
Bahkan matahari pun malu-malu ingin mengatakannya padamu
"Aku turut berbahagia untukmu"
Bisiknya sambil sembunyi di ketiak si-awan
Kau tampak tegar,
Kau tak lagi merasa seperti pengecut yang selalu menghadap lantai,
Tak lagi bersembunyi dibalik jerami setiap kali dengar langkah kaki
Tak lagi terpaku saat mereka menatap tubuh lusuhmu
Tak lagi berlari saat mereka mencoba mendapatimu untuk dijahili
Kau, sudah jauh lebih
Kau, bukan kau yang kukenal dulu
Kau, baik..

`Hilyah Nafisah
Recent posts

Belum Saatnya

Aku mencintainya sejak mata kami bertatapan Aku mencintainya karena senyum dan tawa khasnya yang begitu menawan Aku mencintainya dan aku memilih diam Karena kurasa mencintainya dalam diam, adalah pilihan terbaik yang pernah kuambil dalam hidup
Seringkali manusia menjadi makhluk yang paling egois. Melakukan sesuatu untuk mengharapkan sesuatu yang lain. Tidak bisa bersandar pada ketulusan dan keikhlasan. Kalaupun ada, pasti tidak banyak yang seperti itu. Semua mau melakukan karena ada yang diharapkan. Seperti halnya perasaan, yang berharap bisa ditaklukan dengan beberapa perhatian. Padahal aku sama sekali tidak pernah mengharapkan hal itu terjadi, namun Pemilik Bumi berkata lain. Aku tergerak dan terenyuh untuk merasuk kedalam frekuensinya. Aku mulai bisa merasa lebih peka pada apa-apa yang berhubungan dengan dirinya. Namun, aku masih belum cukup hebat untuk menunjukkan bahwa aku bersamanya.
Aku masih nyaman dengan ruang persembunyianku. Membiarkan rasa yang telah memiliki banyak warna, tetap…

Pintu Yang Tak Pernah Terutup rapat

Jangan menyapa Karena aku sedang berusaha tidak peduli Aku sedang membuat tembok tebal Agar tak mudah dihancurkan Kau jangan egois, hargailah aku Carilah tembok lain yang lebih lunak Dasar menyebalkan Tetap saja tak mau mendengar Bagaimana bisa? Kau ketuk lagi pintuku
Sejak pertama kita saling kenal, dipelataran masjid kampus. Aku ingat kau mengenakan kaus bertuliskan “single lillah” dan aku menggerutu dalam hati “pede banget pake kaus itu, pengen ngasih tau seluruh dunia kalau kamu single?”. Kemudian kita menjadi satu tim, dalam proyek tugas perkuliahan yang berasal dari jurusanmu-design dan jurusanku-bahasa. Aku tidak tahu banyak tentangmu, karena faktanya kita memang tidak banyak bicara diluar seputar proyek.
Suatu kali saat kita ada pertemuan, kau baru saja datang dan hendak duduk, hingga tiba-tiba ada seorang lelaki yang menyapa, kemudian menyalamimu dan kalian berpelukan, erat dan cukup lama. Aku bahkan bisa melihat ada genangan berkilauan dari mata lelaki tadi. Aku tidak bert…

Do What I Want To Do

Waktu SMA, aku pernah denger dari temen yang anaknya itu sangat santai dalam menjalani hidupnya (agak bandel dikit lah), dia tuh kalo ditanya motto hidup lo apa? Dia jawab “gua Cuma pengen ngelakuin apa yang gue pengen lakuin”. Kata-kata itu katanya dia dapet dari kakak kelas yang orangnya tuh pinter tapi agak-agak senga gitu lah.
Sekarang motto itu rasanya jadi sesuatu yang krusial banget buat hidup aku. Berasa punya motto baru yang pengen banget aku pertahanin karena keadaan. Keadaan yang seakan-akan memaksa untuk aku melakukan apa yang mereka inginkan, bukan yang aku inginkan.
Kalian pasti pernah lah ngelakuin hal yang ga pengen kalian lakuin kan? Sama kok aku juga. Seringlah kita ngelakuin sesuatu tapi padahal sesuatu itu bukan hal yang pengen kita lakuin dalam artian kita ga terlalu suka ngelakuinnya. Tapi aku menemukan dimana aku lagi benar-benar pengen menata hidup biar aku ga salah jalan lagi. Cuma pengen ngelauin apa yang pengen aku lain. Tapi kok rasanya susah banget. Susah ba…

Lelaki Hujan

Masih dengan balutan hujan Genangan itu merasuk kecelah sepatu hingga membasahi kaus kakimu Dengan meggendong tas dipunggug, kau peluk lagi tas lainnya yang kuduga buku-bukumu yang lain Kau berjalan dengan langkah cepat, menyusuri setiap jalan dengan pasti sambil sesekali mengangkat rokmu agar tidak terkena cipratan hujan Bajumu yang sebelumnya sudah basah tak kuasa membuat pundakmu berdiri sambil mendekap payung yang baru saja kau dapatkan Dari seorang lelaki yang tanpa kau sadari memperhatikanmu sejak kau berdiri menunggu didepan perpustakaan Dia tidak bicara Menyapamu bahkan tidak Dia memperhatikanmu dalam diamnya Kemudian beranjak pergi setelah menaruh payungnya ditempat peminjaman payung yang sebelumnya kosong Dia berdamai Dengan dinginnya air hujan



`Hilyah Nafisah

AKU SUDAH BERUBAH

Bukan aku yang berubah, tapi kau saja yang sudah terlalu lama menjauh. Pada akhirnya semua manusia mengalami perubahan. Baik secara fisik yang dari balita, anak-anak, kemudian remaja, dewasa, lalu tua. Juga secara psikologis. Yang dulunya cengeng sekarang lebih tegar. Yang dulunya penakut sekarang lebih berani. Yang dulunya manja sekarang lebih mandiri. Bahkan yang dulunya pemarah, sekarang bisa menjadi lebih sabar. Karena pada hakikatnya semua manusia akan mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Seiring semakin tuanya bumi. Semakin majunya teknologi. Semakin berkembangnya pemikiran-pemikiran palsu. Semakin serakahnya manusia. Semakin lupanya juga manusia pada penciptanya.
Manusia berkembang dengan belajar. Belajar dari kehidupannya sendiri ataupun kehidupan orang lain. Kau memandang perubahanku dari sisi yang kau tahu saat itu, tentang aku yang tidak bisa hidup tanpamu. Tentang aku yang selalu meminta tak pernah mau jauh darimu. Tidak untuk setahun, sebulan, bahkan sehari saja …

Masing-masing Kisah

"kau dan aku punya kisahnya masing-masing, tidak perlu saling bertengkar, jalani saja apa yang sudah tersedia didepan. Kau juga tidak tahu kan, apa yang akan kau temui dipersimpangan selanjutnya ?"
                                                                                   @hnaf_25