Skip to main content

AKU SUDAH BERUBAH



Bukan aku yang berubah, tapi kau saja yang sudah terlalu lama menjauh. Pada akhirnya semua manusia mengalami perubahan. Baik secara fisik yang dari balita, anak-anak, kemudian remaja, dewasa, lalu tua. Juga secara psikologis. Yang dulunya cengeng sekarang lebih tegar. Yang dulunya penakut sekarang lebih berani. Yang dulunya manja sekarang lebih mandiri. Bahkan yang dulunya pemarah, sekarang bisa menjadi lebih sabar. Karena pada hakikatnya semua manusia akan mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Seiring semakin tuanya bumi. Semakin majunya teknologi. Semakin berkembangnya pemikiran-pemikiran palsu. Semakin serakahnya manusia. Semakin lupanya juga manusia pada penciptanya.

Manusia berkembang dengan belajar. Belajar dari kehidupannya sendiri ataupun kehidupan orang lain. Kau memandang perubahanku dari sisi yang kau tahu saat itu, tentang aku yang tidak bisa hidup tanpamu. Tentang aku yang selalu meminta tak pernah mau jauh darimu. Tidak untuk setahun, sebulan, bahkan sehari saja tidak bersamamu aku akan merengek dan memarahimu. Kau mungkin masih mengingatku yang dulu. Tapi aku nyatanya memang masih aku yang dulu. Hanya saja aku tidak lagi bergantung padamu.

Sekarang ini aku menyadari, bahwa waktu tidak akan pernah kembali. Hidup itu berjalan kedepan, yang dibelakang biarlah ia menjadi kenangan. Kau mungkin pernah begitu berperan bagiku. Tapi itu dulu. Karena aku sudah bukan aku yang dulu. Seperti yang kau bilang, aku sudah berubah.
Aku lebih memahami bahwa sejatinya manusia sudah tercipta berdua-berdua. Hanya saja Allah memisahkan yang satunya sementara. Bukan agar keduanya dijauhkan, tetapi agar keduanya mampu saling menumbuhkan kepercayaan. Agar belajar tentang kesetiaan. Dan agar keduanya belajar untuk mendewasakan. Jika dipisah saja saling percaya, setia dan tetap dewasa. Maka ketika bersatu, bukankah semua itu lebih menguatkan?

Aku berubah untuk mempercayai itu sekarang. Bahwa ada seseorang, yang saat ini sedang belajar itu semua. Maka aku juga tak ingin mengkhianatinya. Meskipun aku tak tahu siapa dan seperti apa dirinya. Tapi yang jelas yang kutahu, itu bukan kamu. Yang saat ini masih mengkhianati banyak perasaan.



`Hilyah Nafisah

Comments

POPULAR POST

Surat Cinta Untukmu Ukhti ...

HIJAB YANG SYAR’I?? RIBET?!

HANYA BERSAJAK

SEMBURAT ISI HATIKU, BU...

Dua Perempuan Dibangku Taman