Skip to main content

TENTANG WAKTU


Kau pasti kenal dengan waktu
Iya waktu, yang selalu maju pantang mundur
Yang tak pernah tidur apalagi mendengkur
Sering dikejar tapi ia tak pernah kabur
Banyak mereka diluar sana sering mengutuknya dengan berbagai macam kutukan
Banyak juga yang memohon dengan wajah seperti memelas pada si tuan
Tapi lagi, waktu seolah tak mendengar
Dia tetap asik bermain detaknya ketika para manusia sibuk dengan urusannya
Dikala lapang, ia sering terabaikan. Namun ketika sempit datang, ia menjadi buruan
Sering menjadi bahan beribu macam pertanyaan dan pernyataan. Satu yang fenomenal ialah "kapan kau akan berenti" dan pernyataan "andai aku bisa memutarbalikkan kau"
Sejenak waktupun diam dan berpikir tanpa menghentikan detaknya. Mencoba mencerna kata demi kata yang terlontar padanya. Namun ia tetap tak sanggup bicara
Waktu tetap memilih diam, didalam hatinya ia berusaha mengajarkan kebijakan, mengenalkan arti ketepatan dan melatih kedewasaan
Jangan menyalahkan waktu, karena dirimulah yang bersalah
Jangan coba-coba menghakimi waktu, karena ia tak punya ikatan apapun padamu
Kaulah yang membutuhkannya, bukan ia
Bersikaplah seperti matahari dan rembulan yang tak pernah protes ketika waktu menaruh mereka pada siang dan malam. Tak pernah sekalipun matahari minta ia hadir dimalam hari, begitupun rembulan.
Karena semakin kau memaksa, bukan kebaikan yang akan kau dapat. Justru keburukan dan kebinasaanlah yang kau terima
Karena sejatinya, waktu hanya mengikuti alur yang dibuat oleh-Nya
Saat ia berhenti, dan apa serta siapa tak kenal dengannya lagi, maka saat itulah kau tak ada lagi di dunia
Kau dihadapkan pada pertanyaan tentang sikapmu pada sang waktu
Jika baik, maka nikmatlah yang kau dapat
Jika buruk, maka pedihlah yang kau terima
Dan saat itu, waktu sudah tak memainkan perannya lagi
Ia berhenti
Membiarkan semua kekal pada masing-masing ruangnya
Membiarkan yang satu bahagia selamanya
Dan satu lagi tersiksa selamanya
Lagi-lagi, kalau kau mau protes, percuma.
Karena,
Dia sepenuhnya milik Pengemudinya
Sang pemilik apa yang fana didunia, dan yang kekal diakhirat


                                                                                             Depok, 15 Agustus 2015
                                                                                                   `Hilyah Nafisah

Comments

POPULAR POST

Surat Cinta Untukmu Ukhti ...

HIJAB YANG SYAR’I?? RIBET?!

HANYA BERSAJAK

SEMBURAT ISI HATIKU, BU...

Dua Perempuan Dibangku Taman