Skip to main content

BERHADAPAN YANG TAK INGIN DIHADAPI

Dalam rangkulan langit yang terlampau kelam namun sejuk
Terdengar langkah-langkah para pemburu ilmu melaju, perlahan demi perlahan tapi pasti menuju ruang
Ditemani rintik hujan yang romantis
Dinaungi atap cokelat sederhana
Dengan sebungkus jajanan yang diberi kakak bangku sebelah
Meski berharap secangkir kopi juga menemani, tetapi syukurku dipagi yang syahdu ini masih diberi sehat dan usia lagi
Melihat tengok sana-sini, aku tersenyum..
Setiap pejuang, bercakap-cakap tanpa henti dengan sesekali mengerutkan dahi
Berharap kertas digenggamannya dapat difahami hingga melotok ke akar-akarnya
Fenomena langka yang hanya terjadi setahun 4 kali
ya! karena hanya 4 kali, segala momok kealpaan mulai digali dengan membabi buta
Dalam kewajiban yang seharusnya menjadi prioritas
Tetap ada kesibukan lai hingga mengenyampingkannya untuk sebentar
sebentar, itu niat awalnya. lama-lamapun terabaikan
Bukan menyesali, tetapi dinikmati
Karena yang lainnyapun kewajiban dan tak dipungkiri sebagiannya demi kemashlahatan ummat!
Apalah daya, tubuh tak bisa dibagi dua untuk tetap melakukannya bersama
Hanya waktu dan kecapakan prbadi dalam mengtur waktu yang bisa membantu
Saat waktu mulai dekat, dekat dengan kertas kosong yang harus isi
Berharap masih ada yang menenmpel, meski akhirnya berujung hafalan pol-polan luar biasa
Bermodal seminggu sebelumnya, mengkopi catatan kawan, begadang hingga subuh tiba, hingga menginap dikosan teman'
Fenomena langka, tapi menggelikan
Terlihat aku hanya bicara dan menggores dalam ketik
Padahal nyatanya, aku sama dengan mereka
Ssst.. masa-masa itu juga sama denganku


Depok, Januari 2015
`Hilyah Nafisah

Comments

POPULAR POST

Surat Cinta Untukmu Ukhti ...

HIJAB YANG SYAR’I?? RIBET?!

HANYA BERSAJAK

SEMBURAT ISI HATIKU, BU...

Dua Perempuan Dibangku Taman