Skip to main content

BIARKAN SAJA DULU

Benak yang mulanya ragu dan kecewa, tak akan berujung lama. Apa yang menurut kita baik, belum tentu baik dimata-Nya dan begitupun sebaliknya.
Awalnya, bukan aku benci dan menyalahi petinggi, cuma sedikit merasa kecewa karena keinginan pribadi tak terpenuhi. Tapi sejatinya aku tahu, apapun dan dimanapun amanahnya. Ketika sudah menjadi “amanah” bukanlah hal yang perlu disesali lagi, justru disyukuri dan dinikmati.
Seperti aku, saat ini.
Bersama pribadi-pribadi yang entah sama atau tidak perasaan awalnya denganku. Tapi yang jelas, hari ini langkah awal kami untuk menyatukan pikiran dan hati kami.
Biakan dulu, biarkan perlahan-lahan kami belajar
Biarkan pikiran-pikiran kami berpikir segila mungkin
Biarkan tangan-tangan kami berkreasi sekreatif mungkin
Biarkan lidah-lidah kami berbanyol sekonyol mungkin
Biarkan mulut-mulut kami tertawa selepas mungkin
Entah untuk mengurangi beban atau memang kami merasa nyaman
Yang jelas lagi, keluarga baru ini akan terjalin dan berjalan untuk 4 bulan kedepan
Meski dibatasi ruang dan waktu. Tapi kita masih merasakan hujan yang sama dan pagi mempesona yang sama setiap harinya
Dibawah naungan langit penuh simetris
Dalam genggaman tangan Tuhan

Kami crew Funding GES 9 berdo’a penuh harap
Untuk kelancaran dan keberhasilan target-target yang telah kami toreh dalam putih








Depok, 22 Januari 2015
@hnaf_25

Comments

POPULAR POST

Surat Cinta Untukmu Ukhti ...

HIJAB YANG SYAR’I?? RIBET?!

HANYA BERSAJAK

SEMBURAT ISI HATIKU, BU...

Dua Perempuan Dibangku Taman